Bisu Kumenatap Langit

Ku berdiri atas saksi kerumunan orang
Menyaksikan terangnya langit
Sebuah perayaan dari sekelumit jiwa
Hiasi angan tupkan terompet
Ramai, macet kerumuni ibu kota

Seolah jiwa ikuti riuk gemerlap malam
menyebar bergandeng temani langit
Secangkir kopi hangatkan suasana
terlihat gadis kutatapi senyum
Walau hatiku berbisik sunyi

Sepi hati kujalani senja ini
Entah kapan kudapat belahan hati
Tertegun ku pada angin malam
Sendiri walau ditemani roda dua

Masih menunggu sejati cinta
Hingga kini, slalu kusimpan angan

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer